Bupati Lamandau Dorong Media Siber Jadi Pilar Demokrasi dan Pembangunan

a1kalteng25@gmail.com
21 Jul 2025 04:09
LAMANDAU News 0 28
3 menit membaca

NANGA BULIK — Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan teknologi yang terus bergulir, peran media siber semakin sentral dalam membentuk wajah demokrasi dan pembangunan lokal. Dalam pelantikan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lamandau, Bupati Risky Aditya Putra menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media untuk menjawab tantangan zaman secara bijak dan progresif.

Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor BappedaLitbang, Jalan Bukit Hibul Timur, Senin (21/7/2025), bukan sekadar seremoni organisasi. Ia menjadi penanda hadirnya kekuatan baru dalam ekosistem komunikasi publik di Kabupaten Lamandau — kekuatan yang mengemban peran sebagai penjaga informasi yang sehat, penyampai aspirasi rakyat, dan mitra kritis bagi jalannya roda pemerintahan.

Media di Era Revolusi Industri 4.0

Dalam sambutannya, Bupati Risky mengawali dengan refleksi atas perubahan zaman. Revolusi Industri 4.0 telah melahirkan teknologi disruptif seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan realitas virtual, yang mengubah tatanan cara manusia hidup, bekerja, dan berkomunikasi.

“Kita tidak bisa menutup mata. Perubahan sedang dan terus berlangsung. Teknologi telah membuka ruang baru bagi masyarakat untuk mengakses informasi, bahkan memproduksinya sendiri. Di sinilah media siber memiliki tanggung jawab yang besar untuk tetap menjadi kompas informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujar Risky.

Bupati menyadari, di tengah keterbukaan informasi, hoaks dan disinformasi menjadi ancaman nyata yang bisa merusak tatanan sosial dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, kehadiran media yang kredibel, profesional, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik sangat dibutuhkan.

Kolaborasi, Bukan Sekadar Relasi

Lebih dari sekadar penyampai berita, Risky mengajak SMSI dan seluruh insan pers di Lamandau untuk membangun hubungan kolaboratif dengan pemerintah. Kolaborasi yang sehat, tegasnya, bukan berarti meniadakan kritik, tetapi membangun ruang dialog yang konstruktif demi kemajuan bersama.

“Pemerintah tidak anti kritik. Tapi kami butuh kritik yang membangun, bukan yang mengadu domba. Kami butuh media yang membantu menjembatani program pembangunan dengan masyarakat, agar tidak ada yang tertinggal dalam proses kemajuan daerah ini,” katanya.

Risky juga menekankan bahwa narasi pembangunan tidak boleh hanya berhenti di balik meja birokrasi. Ia harus menyentuh warga hingga ke pelosok, disampaikan dengan bahasa yang membumi dan menginspirasi. Di sinilah peran media menjadi vital.

Mewujudkan Lamandau Maju dan Berkeadilan

Sebagai daerah yang tengah bertumbuh, Lamandau menghadapi tantangan klasik: ketimpangan informasi, keterbatasan akses digital, dan partisipasi publik yang belum merata. Di tengah tantangan itu, kehadiran SMSI diharapkan mampu mengisi ruang kosong tersebut — menjadi penggerak literasi digital, promotor inklusi sosial, dan pengawal transparansi pemerintahan.

“Dengan semangat kebersamaan, saya yakin kita bisa mewujudkan Kabupaten Lamandau yang maju, unggul, sejahtera, berkeadilan, dan berkelanjutan. Ini tugas kita bersama,” tutup Risky, disambut tepuk tangan hadirin.

Pelantikan pengurus SMSI hari itu pun ditutup dengan semangat baru — semangat membangun daerah bukan hanya lewat pembangunan fisik, tetapi juga melalui ekosistem informasi yang sehat, adil, dan berpihak pada kepentingan publik. (chn)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x